Assalamualaikum dan selamat pagi..hihi dah pukul 11 lebih pon sebenarnya. Hari ni pagi pagi lagi ke klinik kesihatan. Smalam tak boleh nak tidur. Semasa pengalaman tak boleh nak tidur tu, tiba tiba aje teringat akak seorang tu yang achik jumpa sebelum ni. Achik terlihat kedudukan mulutnya yang tak sama. Pada mulanya Achik menjangkaan beliau alami strok.. tapi memandangkan dalam masa yg lain achik lihat mulutnya normal, achik tertanya tanya betul ke strok? Bila di google, rupanya ada satu penyakit saraf yang dipanggil Bell's Palsy.
Bell’s Palsy adalah penyakit saraf yang mengenai saraf fasialis (wajah), menyebabkan kelumpuhan otot-otot salah satu sisi wajah, sehingga wajah menjadi asimetris, karena salah satu sisi wajah tampak melorot/ mencong. Hanya salah satu sisi wajah penderita saja yang dapat tersenyum, dan selain itu, hanya satu mata saja yang dapat menutup dengan sempurna.
Penyebab dari Bell’s Palsy belum diketahui secara pasti, namun beberapa sumber menyebutkan bahwa penyebab Bell’s Palsy adalah proses peradangan saraf yang mengontrol otot-otot salah satu sisi wajah. Ada pula yang mengatakan bahwa kerosakan saraf ini merupakan akibat dari infeksi virus.
Bell’s Palsy dapat terjadi pada semua golongan usia, baik lelaki mahupun wanita. Pada kebanyakan orang, kelumpuhan saraf tersebut bersifat sementara, yakni selama beberapa hari hingga beberapa minggu, serta dapat kembali pulih setelah kurang lebih 6 bulan. Walaupun demikian, ada juga beberapa kes dimana kelumpuhan saraf wajah tersebut terjadi secara kekal seumur hidup.
Gejala
Gejala Bell’s Palsy secara umum:
1.Terjadi secara tiba-tiba, berupa kelumpuhan ringan sampai total pada salah satu sisi wajah, menyebabkan pesakit sukar tersenyum atau menutup salah satu kelopak mata.
2. Wajah melorot menjadikan wajah sukar berekspresi. Kadang kala pesakit akan terasa nyeri di sekitar rahang atau di belakang telinga pada salah satu sisi wajah yang terpengaruh.
3. Sensitiviti terhadap suara akan meningkat pada sisi wajah yang terpengaruh
4. Sakit kepala
5. tidak mampu mengecap(hilang deria rasa).
6. Pengeluaran air mata dan liur pada sisi yang terkena
Bell’s Palsy dapat mempengaruhi saraf kedua sisi wajah, walaupun hal tersebut jarang terjadi
Segera Cari Pertolongan
Sekiranya anda mengalami gejala seperti diatas, cepat cepatlah berjumpa doktor supaya dapat diketahui mungkinkah anda alami stroke/ bell's palsy. Perlu diingat, Bell’s Palsy bukan disebabkan oleh stroke.
Komplikasi Akibat Bell’s Palsy
Komplikasi yang mungkin terjadi pada penderita Bell’s Palsy adalah:
1. Kerusakan saraf wajah yang tidak dapat pulih kembali
2. Pertumbuhan saraf yang tidak sesuai dengan yang seharusnya sehingga menyebabkan pergerakan yang tidak terkontrol pada wajah
3 Buta sebagian atau total akibat kekeringan pada mata yang tidak bisa menutup dan terjadinya kerusakan pada kornea mata yang kering
Pemeriksaan
Biasanya doktor akan memeriksa wajah dan meminta pesakit untuk melakukan gerakan seperti menutup mata, mengangkat alis, memperlihatkan gigi, dan mengerutkan wajah. Selain itu sebaiknya dilakukan pemeriksaan yang lebih detail untuk menentukan kerosakan saraf dan melihat seberapa parah saraf tersebut rosak, sekaligus menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang juga dapat menyebabkan kelemahan pada wajah, seperti stroke, infeksi, tumor, dll. Pesakit juga disarankan melakukan pemeriksaan radiologi, seperti CT Scan atau MRI kepala untuk menyingkirkan penyebab kelumpuhan yang mungkin terjadi.
Bell's palsy biasanya ditangani dengan ubat ubatan dan fisioterapi. Meskipun bisa sembuh dalam kurun waktu tertentu, dengan bantuan ubat dan fisioterapi diharapkan proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.
Bagi pengamal makanan tambahan/ supplement sebagai ikhtiar tambahan mahupun sebagai pilihan utama, achik sarankan amalkan sirap tonik vivix hanya sesudu teh sehari. Moga info ini membantu!:-)
Sid shaklee 1079905
Pengedar shaklee ruby
Call/sms/wassap 0139474633
Selasa, 22 Mac 2016
Apa itu Bell palsy??
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
Tiada ulasan:
Catat Ulasan